Manasik Haji Cilik 2014Pergelaran Manasik Haji Cilik 2014 oleh IGRA Kota Surabaya yang masih diadakan di Masjid Agung Surabaya (Masjid Nasional Al Akbar) pada hari Selasa, 28 Oktober 2014, terselenggara dengan semarak, diikuti oleh ratusan siswa dari puluhan sekolah, salah satunya dari TK Al Kalam, Gadel Sari Surabaya, yang mengirimkan sekitar 47 siswanya dari TK B, yang terdiri dari 30 cowok dan 17 cewek. Mereka semua dibagi menjadi 3 rombongan. Dua rombongan terdiri dari siswa putra dan satu rombongan lagi terdiri dari siswa putri. Untuk siswa putri sekitar 17 anak, dengan ciri baju rok panjang putih dengan bando pita warna merah, sedangkan yang putra, sekitar 40 anak, dengan ihrom putih biasa, dan dilengan tangan ditandai dengan pita merah putih. Seluruh jamaah haji cilik, dibagi menjadi 3 kelompok, dan perkelompok didampingi 2 Ustadah.

02 Berangkat ke JuandaRombongan berangkat agak awal, sekitar pukul 05.45 WIB dengan mengendarai 3 armada bemo, bemo I diisi 17 peserta putri yang terdiri dari Gracia, Rifdah, Sisil, Novita, Lia, Keyza, Keza, Reta, Nela, Kayla, Melodi, Lani, Amel, Salsa, Nasyifa, Cika dan Aziza, dengan pendamping Ustadah Ana dan Ustadah Ika. Sedangkan bemo II, diisi 15 jamaah putra, diantaranya ada Fahri, Ardi, Kevin, Bayu, Bim Bim, Rafa, Rafael, Rizky, Zaka, Affan, Rizal, Davin, Hafid, Aji dan Ajisaka, yang didampingi Ustadah Retno dan Hani. Untuk bemo III, terdiri dari 15 jamaah putra, diisi oleh Aftap, Dika, Reyhan, Rehan, Rafi, Alfian, Mahesa, Raja, Raju, Hafis, Sivo, Nabil, Axel, Fairus dan Putra yang didampingi Ustadah Erni dan Ummu.

05 Tiba di bandara King Abdul AzisTiga bemo meluncur secara bersamaan, diikuti 3 bemo lagi dari wali murid pengantar. Dan rombongan TK Al Kalam hadir sekitar pukul 06.15 sambil menunggu persiapan panitia. Dan ketika pemberian nomor urut dada, Rombongan Haji Ustadah Umu dan Erni datang lebih dulu dan mendapat nomor urut 56, kemudian Rombongan Ustadah Ana dan Ika mendapat no urut 63 dan rombongan ustadah Retno dan Hani dapat no urut 69. Kemudian para guru pendamping mengumpulkan anak-anak di Miqod, dan disini cukup melelahkan, karena harus menunggu berjam-jam untuk registrasi semua sekolah peserta manasik dibawah naungan IGRA kota Surabaya, dan Insya Allah dimulai pukul 07.30 WIB secara serempak.

11 Menunggu di Arofah13 Mengambil 9 batu15 Melempar Jumrah pertamawoi sudah pulangSebelum prosesi haji dilakukan, ratusan jamaah yang memadati pelataran Masjid Al Akbar saat itu mendengarkan sambutan-sambutan dari panitia IGRA dan setelahnya dikomando untuk mendengar adzan, Iqomat dan sholat 2 rokaat dilanjutkan dengan mendengar ceramah ibadah haji dari petugas Panitia saat itu. Lalu rombongan dengan nomor urut 1-30 mulai bergerak dan seterusnya menuju ke pelataran untuk mengambil 9 batu kerikil (jagung), dilanjutkan ke arofah untuk melempar jumroh ula, jumrah wusto dan jumrah aqobah, di 3 tempat tersebut tiap anak melempar 3 batu.

Setelah melakukan ritual jumroh, jamaah menuju Masjidil Haram, dengan berdoa masuk masjid dan melihat kabah dengan membaca talbiyah, selanjutnya mengelilingi selama 3 kali sambil berhenti ditiap sudut, dan membaca takbir dan tasbih, lalu berdoa menuju ke makam Ibrahim membaca doa belajar. Ritual berikutnya menuju hijir ismail, berupa sekatan, anak-anakpun membaca doa anak sholeh sambil menuju ke zam-zam dengan membaca talbiyah, dan doa minum air zam-zam. Kemudian terakhir para siswa melakukan Sa’i atau lari-lari kecil sebanyak 3 kali dari shofa ke marwah, laki-laki melakukan lari-lari kecil sedangkan perempuan jalan. setelahnya ditutup dengan tahallul, atau memotong rambut.

Tampak seluruh ustadah pendamping bekerja keras mendampingi siswa rombongannya, memandu keliling berdoa, dan terus berjalan berputar-putar melakukan ritual singkat bak haji beneran. Tampak Bunda Erni, Ika dan Ana bersemangat mengatur anak-anak yang pada saat prosesi sangat padat dipenuhi oleh rombongan haji dari sekolah lain yang saling berjalan bersilangan dan bergantian bak di Mekkah beneran.

Demikian sekelumit, prosesi belajar ritual Ibadah Haji yang dilakukan oleh anak-anak saat itu, Dan tampak para orang tua menunggui anaknya diluar masjid cuma menonton, ada juga yang menunggu sambil makan dan minum di bazaar yang diadakan panitia pada saat itu. (@)

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s