Outdoor memerah susu sapiSetiap hari anak suka minum susu dan tahu bahwa susu asalnya dari Sapi. Tapi, anak tahu susu, sebatas konkrit wujud susu yang putih, dan bagaimana sapi bisa mengeluarkan susu, itu hanya imaginasi anak. Tema pembelajaran bulan ini berkaitan dengan tema Kebutuhan dan sub tema Minuman, dan topik yang dipilih adalah Mengenal Susu, sebagai minuman favorit anak. Maka pada hari Sabtu, 11 Oktober 2014, seluruh siswa PG, TK A dan TK B Al Kalam, akan dikenalkan dengan Sapi yang memproduksi susu di Peternakan Sapi Perah Wonocolo, Pabrik Kulit 96-98, Surabaya, milik Bapak Sodiq, seorang pengusaha Susu di Surabaya.

???????????????????????????????Sekitar 7 guru (Ustadah) dan orang tua murid, mendampingi anak-anak dalam kegiatan belajar diluar sekolah. Dengan mengenakan kostum baju olah raga, sejak jam 07.00 WIB anak-anak sudah memadati areal pelataran sekolah. Mereka berbaris menunggu berangkat, namun sebelumnya mendapat pembekalan dari Kepala Sekolah, bahwa nanti anak-anak harus berani bertemu dan menyentuh sapi, serta berani memerah susu sapi. Mereka diingatkan harus tertib mengikuti arahan para ustadah. Tepat pukul 07.30 WIB, rombongan berangkat menuju lokasi secara beriringan, mengendarai 4 armada bemo, dan wali murid ada yang bawa mobil sendiri

???????????????????????????????Sekitar pukul 08.45, rombongan tiba dikampung Jl. Wonocolo Gg Banteng. Setelah memarkir bemo, anak-anak digiring bergerak menuju kandang sapi. Dan aroma yang terasa setelah semua rombongan masuk di kandang Sapi adalah, sengngngng, bau khas kotoran sapi (E’ek), dan hampir semua anak, guru dan orang tua langsung menutup hidung dengan masker. Tapi setelah beberapa saat anak-anak sudah mulai bisa beradaptasi dengan bau yang menyengat tersebut dan dikondisikan oleh Ustad Isa, mereka berdiri berjejer menghadap sapi untuk mengikuti pembelajaran dengan mendapat keterangan dan penjelasan langsung dari pemiliki peternakan ini.

07 Mendapat penjelasan dari pemilik08 Pak Sodiq pemilik kandang sapiPak Sodiq langsung diperkenan memberikan materi kepada anak-anak yang saat itu perhatiannya masih terfokus melihat sapi yang lagi tidur, kencing, dan buang kotoran. Setelah disapa dengan salam, dan ustadah mengkondisikan agar anak-anak mendengar, sekitar 15 menit, Pak Sodiq yang penguasaha susu, langsung menjelaskan bahwa “Sapi itu ada 2 jenis, yang pertama Sapi Potong, dan kedua Sapi Perah. Dan Apa beda dari keduanya, kalau sapi perah biasa kulitnya belang 2 warna, tapi kalau sapi potong hanya 1 warna, kalau tidak putih, coklat atau hitam”. Jelas Pak Sodiq. Dan dilanjutkan dengan makanannya, “Lha kalau makanan sapi, itu juga ada 2. Kalau pagi biasanya mereka makan ampas tahu atau ampas tempe yaitu ampas dari bahan kedelai. Sedangkan sore hari, Sapi diberi makan rumput”.

Tidak itu saja, lebih dalam Pak Sodiq menjelaskan. Dari sekitar 16 sapi yang dimiliki Pak Sodiq, setiap hari selalu ada yang bisa diperas susunya. Lalu Pak Sodiq memegang bagian susunya sapi, dan menjelaskan : “Anak-anak.. bagian yang diperas ini adalah namanya Ambing.. apa ..?? anak-anak berteriak “Ambiiing. Ya.. bukan kambing lho”. Seloroh Pak Sodiq. Kemudian dijelaskan lagi bahwa ”satu sapi bisa menghasilkan sekitar 15 liter susu dalam satu hari dengan diperah selama 2 kali, pagi dan siang. Dan bagaimana cara memerahnya??, lha ayo, mulai kita praktekan..” ajak pak Sodiq.

05 Kandang Sapi13 Adik PG berani memerah susuTapi terlebih dulu pak Sodiq memanggil tukang perahnya untuk membersihkan kandang dari kotoran, baru setelah bersih anak-anak masuk dikandang sapi lebih dekat lagi, dan sapi diikat dulu agar tidak meronta-ronta. Kemudian satu persatu anak mencoba untuk memerah sapi hingga keluar susunya secara bergantian. Dipandu Ustadah Fatma, Pak Sodiq dan Tukang perahnya. Anak-anak diajari cara memerah yang benar. Asyik sekali mereka memerah, yang sebelumnya harus cuci tangan diair bersih dulu. Sebagian anak takut, seperti Raju dan Nadine, tidak berani mendekat, sedangkan Rifda sempat muntah kena bau kotoran sapi. Pengalaman ini sangat berkesan bagi anak, sehingga untuk mencapai satu timba susu, tukang perah harus sabar dan telaten memerah susunya berkali-kali.

Lha sekarang waktunya minum susu, setelah kegiatan memerah susu telah usai, anak-anak dibariskan kembali dan dibagikan susu rasa strawberry untuk setiap anak, susu ini dibeli sekolah dengan harga Rp. 3.500,- per gelas. Dan banyak orang tua yang berminat membeli susu literan tapi Pak Sodiq menyediakan stok ngepres. Terakhir acara perpisahan seluruh siswa berpamitan kepada pak Sodiq sambil mengucapan terima kasih atas penerimaan dan perijinannya, sehingga siswa TK Al Kalam bisa belajar di peternakan ini.

22 Refleksi sapi dg ustd FatmaSelanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Taman Bungkul untuk rehat dan refleksi materi outdoor perah susu yang dipandu oleh Ustadah Fatma. Banyak anak-anak yang berani memerah susu, ungkap mereka, dan anak-anak berseloroh lucu-lucu seputar pengalaman memerah susu. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan setelah kenyang, mereka diberi waktu untuk bermain sejenak di areal bermain taman bungkul, ada yang bermain bandulan, plorotan, panjat slurutan dan jungkat-jungkit, mereka merasa puas. Dan dirasa hari sudah siang, rombongan kembali ke sekolah, sekitar pukul 12.00 WIB.

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s