Hari Kartin dan Hari BumiPerayaan hari Kartini PG-TK Al Kalam tahun ini terasa beda, karena tidak hanya hari Kartini yang diperingati, melainkan dipadukan dengan hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, tepat acara perayaan Kartini yang sekarang digelar hari Selasa, 22 April 2014. Peserta tidak hanya mengenakan kostum yang biasanya baju adat dan baju pahlawan nasional saja, kali ini ada pula yang mengenakan kostum adat kombinasi bunga, bak pepohonan. Acara yang bertema Kartini, cintailah bumi, tercantum manis di ratusan bunga kertas yang dibuat oleh guru dan anak-anak, yang dibagikan kepada masyarakat pengendara motor dan mobil di sekitar jalan pertigaan balong sari, gadel, dan tubanan.

koordinasi di lapanganmendapat simpatik masyarakatPagi itu, sekitar pukul 06.00 WIB anak-anak, guru dan orang tua, sudah berkumpul di lapangan RW Balongsari, dekat SD Raden Patah. Dengan kostum beraneka warna, dan kebetulan ada juru foto yang sempat hadir mengabadikan beberapa anak dan orang tua yang berminat untuk diambil fotonya. Sambil menunggu waktu yang dijadwalkan beraksi pukul 07.30 WIB, murid-murid dibariskan dan diatur menjadi tiga kelompok saat membagi bunga nantinya.

Tepat pukul 07.30 WIB, serentak seluruh siswa bergerak menuju titik pos masing-masing, sesuai yang direncanakan, dan langsung Ustad Achung dengan megaphone menyapa masyarakat sekitar dan pengendara yang ada dengan ucapan salam, permintaan maaf dan ajakan, serta pemberitahuan tentang aksi perayaan hari kartini dan hari bumi saat ini. Dan dijelaskan pula bahwa simbol bunga yang dibagikan saat itu, bermakna, kasih sayang, keindahan, kelembutan dan kehidupan.

bagi bunga dipengendara motorAcara berlangsung semarak dan banyak diapresiasi oleh masyarakat, dalam bentuk senyuman, ekspresi menunjukkan jari jempol, ucapan terima kasih yang tulus, serta kesabaran mobil yang mau antri, saling menunggu pembagian bunga kertas. Para orang tua banyak pula yang peduli dengan mengatur laju kendaraan bermotor di tiga titik yang ada. Tanpa terasa kurang lebih satu jam bunga sudah habis terbagi.

bagi bunga selesairok cinderela dari kertas kresekDan berikutnya acara kirab, peserta berjalan dari tempat pembagian bunga menuju ke sekolah yang tidak jauh dari lokasi anak-anak berada saat ini. Anak-anak dipandu dan didampingi oleh para ustadahnya yang tidak mau kalah berkostum rambut berbunga ala nyai blorong seperti yang dikenakan oleh Ustadah Umu, sedangkan Ustadah Retno dan Ustadah Ika mengenakan pakaian daur ulang dan sampah yang terpesan jangan buang sampah sembarangan serta cintailah bumi ini. Tidak kalah heboh, Salwa yang mengenakan kostum rok ala putri cinderela, yang ternyata dari tas kresek yang dijahit sempurna seperti rok yang mekrok. Pukul, 09.00 WIB, tepat acara selesai anak-anak berkumpul di aula sekolah lalu melakukan foto bersama lalu masuk ke aula untuk diberi pengarahan serta dibagikan snack dan air mineral.

FOTO GALLERY :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s