Gunting Pita masuk Gedung BaruLayanan Orientasi Siswa (LOS) tahun pelajaran 2013-2014 siswa PG dan TK Al Kalam selama 3 hari, mulai senin-rabu, 15-17 Juli 2013 berisi kegiatan perkenalan diri, kenal guru, kenal teman, serta lingkungan sekolah, yang dikemas secara kreatif, menjadi kegiatan yang seru bagi adik-adik baru siswa PG dan TK A Al Kalam. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 siswa PG dan TK, dimulai pukul 07.30 WIB – 09.00 WIB, mengenakan seragam sekolah sesuai dengan jadwalnya, yakni seragam biru corak putih, untuk hari senin dan selasa sedangkan hari rabu seragam warna merah untuk TK A dan warna kuning untuk PG.

persiapan di kelasbaris keluar menuju gedung baruDihari pertama setiap anak yang datang langsung disambut oleh seluruh ustadah dengan senyum, sapa dan salam, lalu dikondisikan untuk sikap berdoa mengawali pelajaran hari pertama. Jadwal untuk hari ini adalah siswa diberi name tag dalam bentuk buah. Kemudian anak-anak diajak bernyanyi bersama sambil sesekali beberapa anak menangis dan rewel minta selalu didampingi ibunya. Tapi hal ini sudah biasa dan bisa diatasi oleh para ustadah wali kelas masing-masing.

Beberapa kegiatan selain bernyanyi dan berdoa adalah berlatih berbaris dan memahami tradisi kebiasaan harian sekolah seperti perintah dan instruksi baris,  tertib dan yel-yel penyemangat. Setelah itu mereka dibagi dalam kelompok kelas yang diberi nama Bee untuk PG. Sedangkan untuk TK A (3 kelompok) Dolphin, Turtle dan Penguin. Selanjutnya mereka dikondisikan untuk masuk kedalam kelas dalam antrian seperti kereta api, hampir seluruh instruksi dan perintah berbaris menggunakan bilingual (2 bahasa) Inggris dan Indonesia.

foto guru bersamaSedangkan dihari kedua, tanggal 16 Juli 2013 anak-anak difokuskan untuk bermain sambil belajar seperti menggambar dan mewarnai serta pembiasaan aturan di kelas dan lingkungan sekolah. para guru mengenakan kostum ala peri sahabat anak, ada yang tampil bak kupu-kupu. Setelah kegiatan, anak-anak digiring ke Gedung 2, gedung Baru Al Kalam untuk mengikuti kegiatan perkenalan guru. Sebelum memasuki kelas ada seremoni gunting pita yang dilakukan anak-anak didampingi Ustadah Fatma, selaku wakil kepala sekolah dan Ustad Achung, konselor sekolah, sambil berdoa kemudian mereka masuk dan dikenalkan dengan rak dan tempat anak menyimpan barang dan perbekalan serta bahan-bahan belajar serta alat tulis.

hiburan tari dan laguAcara selanjutnya panggung hiburan oleh guru terhadap murid, sebagai host kali ini, ustadah Ifa dan Ika dengan lues, membawakan acara perkenalan guru dengan gaya khas masing-masing guru. Sehingga anak-anak menjadi mudah mengingat cepat, siapa nama guru-guru mereka. Seperti kehebohan ustadah Ummu yang memerankan sebagai wanita jaranan yang kayak kesurupan, memakai kaca mata menaiki kuda kepang, mondar-mandir maju menabraki anak-anak dengan penuh keceriaan. Selanjutnya kegiatan pemberian hadiah bagi mereka yang maju kedepan bisa menghapal 3 nama guru, atau guru ditunjuk langsung lalu anak diminta mengenal siapa guru ini dan seterusnya.

kado di acakberani pegang burungmelepas burungDihari ketiga, ada acara khusus yakni tukar kado dan pelepasan burung yang dikakinya diikat sebuah cita-cita kelak mereka besar nanti. Beragam cita-cita tertulis, seperti dokter, tentara, guru dan lain-lain. Tapi acara diawali dengan atraksi keberanian siswa dalam menyanyi, bergaya dan melakukan tugas sesuai instruksi ustadahnya, seperti mereka diminta melompat, berteriak, tertawa, menangis dan lain sebagainya, kemudian yang bisa, boleh mengambil kado yang bukan miliknya, sebelumnya kado sudah dikumpulkan terlebih dahulu dan telah diacak. Aneka ekspresi lucu anak-anak mewarnai kegiatan kali ini. Banyak guru dan orang tua tersenyum atau tertawa lebar melihat aksi anak-anak mereka atau teman anaknya. setelah selesai acara dilanjutkan dengan menerbangkan burung gereja dan cita-cita.

Hiruk pikuk kelucuan dan ketakutan anak dalam memegang burung menjadi kenangan tersendiri bagi siswa baru kali ini. Orang tua dan ustadahnya hanya menuruti mau mereka. Satu persatu anak melepas dan melihat burungnya terbang dan hinggap dipepohanan yang ada. Suasana jadi heboh manakala burung yang belum diikat cita-cita lepas sendiri dan terbang, mereka nangis minta ganti. Ada pula burung yang di genggam “diprekes”. Tapi rata-rata sudah banyak yang berani memegang burung. Tapi sayang, ada salah satu anak yang heboh membuka pintu sangkar dan sempat puluhan burung beterbangan yang menyebabkan beberapa anak tidak bisa menerbangkan burung, jadinya sedih. Mudah-mudahan tahun depan sekolah akan membeli burung lebih banyak lagi. @

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s