Wali Murid 01Riuh rendah suara anak-anak belajar dikelas, terdengar sayup di pelataran sekolah yang sedang ada acara ParenThink atau pendidikan bagi orang tua murid, yang selalu digelar rutin dua bulan sekali, dan dibina oleh Ustad Achung selaku Konselor Pendidikan dan Pengembangan Anak TK Al Kalam Acara yang sekaligus dibarengi dengan pemaparan info program sekolah untuk bulan Maret-April 2013 diselenggarakan pada hari Kamis, 7 Maret 2013 mulai pukul 08.00 Tet, dipandu langsung oleh Ustadah Fatma dan Ustad Isa Anshori, selaku Kepala Sekolah PG-TK Islam Al Kalam.

Ust. M. Isa AnsoriAcara dibuka oleh Ustadah Fatma dengan mengucap salam dan sambutan serta menyampaikan susunan acara pada hari ini, kemudian langsung diberikan penuh kepada Ustad M. Isa Anshori, S.Psi. untuk memaparan pokok-pokok program sekolah disemester genap ini, diantaranya akan ada acara Rekreasi Perpisahan, yang biasanya pergi ke Malang, mengunjungi 2 tempat lokasi wisata, dan penawaran perlu nggak diadakan acara wisuda perpisahan. Untuk acara wisuda mengalami tarik ulur dari audiens, separuh setuju diadakan, sebagian merasa keberatan, minta acaranya sederhana saja.

Sedangkan program untuk bulan Maret-April 2013, secara teknis akan dijelaskan oleh Ustadah Fatma, saat ini Ustad Isa hanya mengevaluasi untuk matangnya program Outbound ditanggal 16 Maret dan Renang ditanggal 28 Maret nanti. Agar orang tua tahu lokasi outbound dan siapa yang menjadi instruktur serta kegiatannya apa saja selama outbound, yang intinya anak akan belajar dengan bermain dengan unsur media, air, tanah dan udara. Begitupula dengan program Renang, agar  nanti tidak kedodoran lagi dalam menejemen keluar masuk siswa berdasarkan kelasnya dan koordinasi pembayaran tiket masuk tambahan untuk orang tua. Tidak lupa ustad Isa mengingatkan bahwa di bulan april akan banyak kegiatan Lomba anak dan orang tua yang digelar IGRA, orang tua diminta mendukung dan berpartisipasi dalam even lomba nantinya.

Ust. AchungSelanjutnya waktu diberikan penuh kepada Ustad Achung, yang saat ini memaparkan tentang fenomena menghadapi anak rewel dan menjengkelkan. Banyak orang tua yang tidak memahami pola pikir anak, yang cenderung berpikir sekarang. Kemarin seperti apa dan Besok akan seperti apa, mereka tidak memikirnya. Banyak orang tua terjebak pada rewel dan menjengkelkan anak saat itu, sehingga terpancing emosi, menjadi marah, membentak dan atau menyakiti fisik. Ustad Achung membagi pengalamannya dalam menghadapi 3 anak laki-lakinya, yang kala itu hanya dibelikan 2 game portable (saat itu ingin beli 3 unit, tapi tokonya kehabisan, tinggal 2). Bagaimana si anak yang tidak dibelikan game, ngambek, uring-uringan, teriak-teriak, dan suasana jadi tidak kondusif lagi dengan si anak ini, menghardik dan mengata-ngatai orang tua, seperti, “Mama dan Papa Jahat, Adik dibelikan aku tidak”. Kata guruku, “Mama dan Papa nanti masuk Neraka”. dan seterusnya. Saat itu si mama ke jebak, tidak terima dengan istilah Masuk Neraka, jadinya anak diomeli dan diberi pengertian dengan dibentak dan dimarah-marahi. Tak ketinggalan, Papanya kena semprot pula oleh mamanya. Jadinya mama dan papa jadi cekcok, menyesalkan kenapa tadi tidak beli 3 unit. Hari itu menjadi tegang dan perang dingin antar mama dan papa, sedangkan si anak sesenggukkan, ketika tidur, karena habis menangis hebat. Padahal, keesokan harinya, semua berubah total, si tiga anak ini ternyata kompak, mereka bisa saling bergantian bermain dengan 2 unit game yang ada, walau sesekali tampak mereka rebutan, tapi mereka bisa mengatasi itu dengan bimbingan dan arahan dari orang tua yang meluncurkan kalimat pujian dan kebanggaan kepada salah satu dari mereka yang mau mengalah.

Ust. Achung dan PutranyaKesimpulan kisah diatas, digaris bawahi oleh ustad Achung bahwa, dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi, dalam menghadapi anak kita yang rewel dan menjengkelkan. Apalagi ibaratnya jika perang dingin dan cekcok orang tua berkelanjutan, walau anak tadi yang rewel sudah tidak mempersoalkan masalah yang kemarin, maka masalah sekarang ada di orang tuanya. Puluhan ibu-ibu yang hadir kala itu diingatkan satu hal bahwa jika laki-laki cara berpikirnya menggunakan logika (akal), wanita cenderung cara berpikirnya menggunakan perasaan (hati). Masalahnya, kadang masalah kecil, bagi laki-laki jika dipandang tidak prinsip, maka diabaikan/dihillangkan. Tapi biasanya, dalam menghadapi masalah sepele,  wanita cenderung dan bisa dianggap masalah jadi sepolo. Sambil materi ditutup dengan senyum kecut dari Ustad Achung.

Ustadah Fatma menyampaikan teknis programDan terakhir ustadah Fatma, ganti menjelaskan detail program, untuk bulan Maret akan ada, kegiatan menikmati hujan, anak disuruh bawa payung, jas hujan dan kaos ganti. Akan adapula Outbound Kid, yang akan diadakan di Rolaks Training Center didaerah Surabaya, yang lengkap satu paket dengan instrukturnya. Dan  untuk Renang diakhir bulan, akan diatur armadanya menyesuaikan waktu yang ada. Sedangkan dibulan april untuk lomba IGRA akan ada Lomba Fashion, Kolase dan 3 M, melipat, menempel dan Menggunting. Hal ini akan diatur dan dipilih siapa yang akan ikut yang mana oleh wali kelas masing-masing.

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s