Foto bersama pak gentong di workshop IGRAPelatihan Dongeng untuk Guru yang diselenggarakan oleh IGRA Kota Surabaya Gugus II, pimpinan M. Isa Ansori, S.Psi. yang juga kepala sekolah PG-TK Al Kalam, menghadirkan Pak Gentong, pendongeng aktif di TVRI yang ditemani oleh rekannya Pak Ketut yang juga seorang pendongeng dan penari, hari itu, Sabtu, 16 Februari 2013, memberikan materinya di TK Raden Patah, Balong Sari Selatan, dengan tema, Be Magnetic Teacher, with Human Media and Puppet.

???????????????????????????????Moderator, Ustad AchungPak Gentong beri tugas pesertaAcara yang dihadiri oleh perwakilan guru dan kepala sekolah dari beberapa sekolah anggota IGRA Gugus II, tampak antusias mengikuti workshop singkat ini. Diantara perwakilan peserta yang hadir adalah dari PG-TK Al Kalam yang mengirimkan semua gurunya mengikuti Workshop Dongeng, sebagai salah satu media belajar untuk anak.

Acara dimulai dengan rapat internal pengurus Gugus II, hingga sekitar pukul 09.30 WIB, Acara workshop dimulai dan dibuka oleh Ustad Achung, Konselor PG-TK Al Kalam, yang didaulat menjadi moderator pada workshop singkat kali ini. Dan dalam pembukaan singkat, disampaikan kepada peserta, bahwa mereka semua yang hadir, sangat beruntung bisa mengikuti workshop singkat ini, karena talenta sang narasumber dikenal mudah mentransfer pengetahuan kepada audien.

Gentong memulai dengan mengajak peserta untuk mau keluar dari zona aman dengan selalu berfikir kreatif, hal ini disajikan dalam sebuah permainan sepuluh titik yang harus ditarik garis tanpa mengangkat sebanyak lima garis. Beberapa peserta dipersilahkan maju kedepan untuk mencoba, dan diantaranya ada ustadah Ifa, dari PG-TK Al Kalam, yang berani maju dan mencoba menarik garis. Dan  semua peserta yang maju, gagal menjalankan tugasnya, karena memang dalam menarik garis, ternyata pak Gentong menunjukkan tarikan yang keluar dari titik, hal inilah menjadi solusi atas tugas yang diberikan.

Pak Gentong, di Workshop Guru IGRA Gugus IIPeserta Praktek BonekaBerikutnya workshop dimulai dengan materi pertama teknik mengatur suara dengan memaksimalkan media gambar dan boneka. Pak Gentong mampu menampilkan beragam suara mulai dari actor pemain suara Sponge Bob, dan suara aneka macam binatang berdasarkan karakter binatang. Salah satu persatu dari TK Ananda bertanya, “gimana itu caranya pak?”, dijelaskan pak Gentong bahwa di hidung kita banyak lubang dan rongga, manfaatkan itu, dan kuncinya harus sering latihan.

Setelah panjang memberikan teknik dan teori dongeng, peserta pun diharapkan juga berani mencoba dengan media boneka yang sudah disiapkan banyak, oleh pak Gentong. Satu persatu peserta mencoba, dengan PD ada yang malu, ada yang bingung ada yang istilah pak Gentong, Royok’an wajah dengan Bonekanya.

Setelah mereka maju semua, dievaluasi pak Gentong, bahwa masih banyak yang royokan peran dengan boneka, siapa yang mau ditampilkan, anda atau bonekanya? Tanya Gentong. Intinya posisi tubuh dan suara menentukan dimana siswa akan memfokuskan diri pada peran bonekanya.

Pak Gentong dan Pak KetutKetika masuk waktu dhuhur, peserta ‘brake’ untuk sholat dan makan siang soto Madura, setelah selesai acara dilanjutkan hingga jam 13.00 WIB. Disamping memberikan materi dongeng, trik-trik sulap menghilangkan tissue dan memendekkan spidol diberikan juga kepada peserta yang tertarik dengan trik-trik tersebut. dibantu juga dengan pak Ketut yang memberikan trik sulap dan gaya dongeng yang menarik pula.

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s