Kucingku sayangSabtu, 19 Januari 2013, PG-TK Islam Al Kalam, menugaskan siswanya untuk membawa hewan kesayangannya. Sehingga hari itu pelataran dan ruang kelas sekolah, tampak dipenuhi bermacam hewan peliharaan anak-anak yang dibawa dari rumah, mulai Burung, Kucing, Kelinci, Hamster, Ayam, Kura-Kura, Ikan, dan bahkan ada yang membawa Monyet. Tema belajar anak-anak kali ini adalah tentang Binatang, maka anak-anak diberi tugas membawa hewan peliharaannya sekaligus membawa makanan dan kandang hewan tersebut.

???????????????????????????????Pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB, sorak sorai anak-anak yang riang, riuh bercanda ria dengan hewan peliharaan mereka. Celoteh mereka saling membandingkan antar hewan bawaan teman yang satu dengan yang lainnya. Setelah berdoa, mereka masuk di kelas dan para ustadah wali kelas maesing-masing seperti di PG ada Ustadah Ifa, di TK A ada Ustadah Umu dan Ana, langsung menjelaskan satu persatu hewan yang dibawa oleh murid-murid dan dijelaskan tentang cara merawatnya, memberi makan dan cara jalan, hidupnya serta cara menghibur hewan tersebut dengan mendendangkan sebuah lagu.

Kucingku sayangTampak Yusuf dan Salman membawa Kucing Anggoranya, Kembar Syafa-Syifa membawa monyetnya, Kembar Raja-Raju membawa Kelinci serta anak-anak yang lain membawa Hamster, Burung Gereja, Kura-Kura, Ikan, dan Ayam. Tampak Syafa-Syifa bergantian memberi (di dot-ti) susu, monyet kesayangannya. Ada juga kejadian-kejadian yang timbul seperti Salman yang dicakar kucingnya sendiri, dibagian dadanya karena memaksa kucingnya keluar kandang.

Hari ini bagi anak-anak tampak menyenangkan sekali. Karena hewan peliharaannya yang biasa ditaruh dirumah sekarang bisa diperkenalkan (dipamerkan) pada teman-teman mereka. Acara berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.

GALLERY PHOTO :

3 responses »

  1. koreksi dan usulan untuk ust dan ustadzah says:

    salam teriring doa,
    hallo ust dan ustadzah pg/tk al-kalam, pa kbr? maaf selama ini tdk aktif rapat dan kgtn, krn kesibukan. sy sangat mengapresiasi kgtn sekolah wkt lalu, hny sj sbg catatn sekolah:
    1. koordinasi kue, sptnya tdk merata, krn farras tdk dapat. padahal farras ikut partisipasi kartini. utk orangtua yg libur pd hari itu dan ikut partisipasi acara, bs minta kue kalo anaknya tidak dapat jatah. namun bagi siswa yg tdk didampingi orgtuanya? terkesan tidak mendapat perhatian. padahal sudah ada sumbangan dr orgtua utk acara tsb. minimal kue dan minum, anak hrs dapat. walau tdk mendapat doorprize.

    2.sy usul utk acara tukar-kado tk b, sebaiknya kado yg dibungkus diberi nama/identitas pemberi kado. pemberian nama bs diletakkan di dalam kado/kerdus pembungkus kado. krn sy dapat cerita dr orgtua tahun lalu, anaknya mendapat kado berisi mainan BEKAS. maksud sy, pemberian nama diperlukan agar kado yang diberikan utk temannya sebagai kenang-kenangan pantas, patut dan semua siswa senang dg kado yg didapat. dan bagi para ortua yg megado kan berfikir ulang, jika harus memberi hadiah bekas/tdk pantas. krn ada nama anaknya dikado. selain itu, siswa yang mendapat kado tahu, kalo kado yg didapatnya dr temannya yang bernama ilmi atau luna…

    3. soal wisuda, sy minta ada kebijakan tegas dr sekolah. sy menilai sekolah terkesan melempar tanggungjawab ke walimurid/komite. seolah acara wisuda, kami para orgtua yg butuh. padahal, bagi kami, ada/pun tdk acara wisuda tidak terlalu penting. menurut hemat sy, wisuda identik dengan sekolah. sekolah harusnya berkepentingan menyelenggarakan. bukan kami para orgtua/komite yg ribut survei tempat, bagaimana kue/makananya dan keribetan lainnya, capek juga mendengar omelan ibu-ibu. biar sama-sama enak, sy usul acara wisuda dihendel sekolah saja (mulai baju wisuda, kue, acara, dll). kami para oragtua tinggal bayarlah dan menerima apa yang menjadi kebijakan sekolah. sy percaya, kalo sekolah sudah memutuskan akan ada acara wisuda di rumah makan agis, misalnya, dengan biaya bla-bla-bla. insyaallah tdk ada orgtua yg protes. dan sy pribadi sangat mendukung.

    4. terakhir, krn kgtn sekolah banyak melibatkan para orangtua/komite, mereka terdiri dari banyak kalangan dan status sosial yg beda. bukan hanya fasilitas blog, spt ini saja, tp sebaiknya sekolah menyediakan KOTAK SARAN bagi para orgtua yang ingin menyampaikan pesan/uneg-unegnya terkait kegiatan dan kebijakan sekolah.

    mungkin itu dulu, koreksi dan usulan yg bisa sy sampaikan. sy tunggu respon dan jawabannya.

    salam hangat,

    fitriana utami dewi-bunda farras/0856 55 123 862

    • tkalkalam says:

      Assalamoalaykum bunda,

      Salam hangat dari kami.

      Kami atas nama penanggung jawab sekolah PG-TK Islam Al Kalam mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan saran, kritik yang membangun, dari bunda.

      Soal bagi kue yang tidak merata, kami mohon maaf yang sebesar2nya. saat itu kendali bagi kue ada di ibu-ibu, yang notabene kewalahan dan tidak cermat siapa-siapa yang sudah dan siapa-siapa yang belum. jadinya ya gitu lah..

      Soal tukar kado kelas B esok, bravo! good idea. nanti kita sampaikan ke seluruh wali murid TK B agar memberi nama didalam kadonya.

      Soal wisuda, InsyaAllah sekolah akan tegas. tahun akan datang, akan ditingkatkan komitmennya. untuk wisuda tahun ini mungkin tetap ada tapi sederhana diadakan disekolah.

      Soal kotak saran, segera akan diadakan.

      (KEPALA SEKOLAH)

      • terimakasih respon jawabnya says:

        wa’alaikumsalam ustad acung,

        sip, terimakasih atas respon jawabnya. saya pribadi mohon maaf atas tutur kata atau tindakan yang menyinggung. semoga ke depan pg/tk al-kalam makin mantap dan dicintai oleh publik-nya.

        salam teriring doa,
        fitriana utami dewi- bunda farras/ 0856 55 123 862

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s