Parenting Education yang ke 10 dikemas dalam bentuk temu Psikolog, bersama Bapak Nasrul Huda, S.Psi. yang biasa dipanggil Ustad Achung bertema Modeling pada Anak, pada hari kamis, 13 September 2012, pukul 08.00 WIB, bertempat dihalaman sekolah, diikuti oleh hampir semua perwakilan orang tua dari PG dan TK, dibuka langsung oleh Ustadadah Fatma, S.Ag., dan mempersilahkan ustad M. Isa Ansori, S.Psi., selaku penanggung jawab sekolah memberikan kata sambutan.

Dan dalam sambutannya beliau menyampaikan ajakan kepada orang tua agar mau peduli dan terus memberi perhatian pada anak, dan ditegaskan bahwa moment kali ini baik untuk kita diskusi atau share, tentang problematikan anak kita, karena temu psikolog seperti ini merupakan serangkaian layanan yang diberikan sekolah untuk orang tua, agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dan selanjutnya, waktu diberikan penuh kepada Ustad Achung, dan langsung memberikan materi tentang Modelling pada Anak. tapi sebelumnya diputarkan dulu film tentang kebiasaan anak mengikuti teladan langsung dari orang tua. kemudian diingatkan kepada seluruh orang tua yang hadir bahwa jangan harap kita bisa manjur menasehati, menegur dan mengarahkan anak apabila kita tidak pernah sedikitpun memberikan kelekatan dan kedekatan pada anak.

Beberapa tipe dan model orang tua dipaparkan detail oleh ustad Achung sebagai refleksi untuk orang tua karena model dan gaya kita mendidik anak sangat signifikan berdampak pada emosi dan perilaku anak. seperti model orang tua yang otoriter yang menghendaki kesempurnaan dalam segala hal, dan menganggap anak bisa dimodel sesuai keinginan orang tua, yang ujung-ujungnya anak malah bersikap dan bereaksi negatif karena merasa tidak aman dan bertindak bertolak belakang dari yang diingini (negativisme), sehingga mudah berdusta atau berbohong. Didepan orang tua manis dibelakang orang tua, pelanggaranlah yang dilakukan.

Adapula model orang tua yang liberal (bhs jawa : diumbar) yang sedikit sekali campur tangan terhadap pendidikan anaknya, sehingga cenderung membiarkan anak, karena anak akan mengetahui dan memilih apa yang terbaik  baginya. Orang tua kurang memberikan bimbingan fisik maupun mental sehingga anak-anak menunjukkan gejala kurang disayang (under affection).

Selanjutnya model orang tua Over Affection atau terlalu memanjakan anak. Keadaan ini terjadi kemungkinan karena perkawinan pada usia lanjut, anak tunggal, anak bungsu dan anak angkat. Dampak yang diakibatkan anak akan cenderung Tidak Mandiri, Jadi Raja / Ratu Kecil dirumah, kurang inisiatif, malas, bersifat menunggu dan egois. Kemudian ada  yang Over Protection yaitu melindungi secara berlebihan. Orang tua seperti ini tidak memberi kesempatan kepada anak untuk mengalami dan belajar mengatasi permasalahan. Sebagai akibatnya anak menjadi pemalu, takut terhadap situasi yang baru, dan kurang rasa percaya diri. Anak sering menolak kewajiban dan tingkah laku tak bertanggung jawab.

Dan yang sering kita lihat adalah orang tua model Over-Anxiety yaitu khawatir yang berlebihan. Biasanya terjadi pada keluarga yang pernah kematian anak, atau mempunyai anak tunggal. Perasaan perlindungan dan kasih sayang yang melewati batas yang wajar, sehingga pergaulan anaknya dengan anak lain dirintangi. Penyakit yang ringan sifatnya dianggap berat, Anak menjadi tergantung pada orang tuanya dalam segala hal / kegiatan, juga anak menunjukkan perasaan gelisah, mudah takut, pemalu ditandai anak suka menggigit kuku, membenturkan atau memukul-mukul kepala sendiri.

Dan yang terakhir model orang tua yang Under Affection, yang bersikap kurang kasih sayang. Orang tua acuh terhadap anaknya, selalu tidak mempunyai waktu anak, karena alasan keadaan sosial atau keuangan. Hubungan ayah dan ibu yang tidak serasi, adanya ayah atau ibu tiri dapat menyebabkan perasaan anak kurang aman. Orang tua yang menyerahkan anak ke panti asuhan dapat juga menyebabkan kurang kasih sayang. Demikian juga pada keluarga yang tidak stabil, ayah yang terlalu kejam, perselisihan antara ayah dan ibu dimasa lampau.

Dan terakhir diisi oleh ustadah Fatma, berkaitan dengan info sekolah seputar pelaksanaan ekskul tari, bahasa inggris, renang dan computer. Dilanjutkan dengan Wakil Ketua Komite, oleh Bunda Syafa-Syifa yang melaporkan secara transparan pemasukan dan pengeluaran uang saat kegiatan selama ramadhan.

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s