Kegiatan Parenting Education atau seri pembinaan untuk orang tua di PG-TK Al Kalam, pada hari kamis, 31 Mei 2012, kembali dibina oleh Ustad Achung, sebagai Konsultan Pendidikan di PG-TK Al Kalam, dengan tema Menjadi Orang Tua yang Berani dan Sabar. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan orang tua, kepala sekolah dan guru, dimulai pukul 08.00 – 10.30 WIB, bertujuan memberikan wawasan dan pengetahuan terkini tentang cara mendidik anak dengan memberikan anak kebebasan dalam berkehendak.

Sebelum dimulai acara, Ustad Achung memutar cuplikan film Wisata Sengkaling – Selecta TK B di Batu Malang seminggu yang lalu. Kemudian acara dibuka oleh ustad Isa dengan sambutan dan informasi seputar kegiatan sekolah, dan penawaran DVD kegiatan wisata akhir tahun di Malang kepada seluruh orang tua siswa TK B dan selanjutnya mempersilakan Ustad Achung yang bernama asli Nasrul Huda, S.Psi. untuk menyampaikan materinya walaupun tidak banyak waktunya.

Ustad Achung memulai dengan pemaknaan tentang pemberian nama pada seorang anak, nama yang kita berikan tersebut adalah doa, maka beri anak kita nama baik sesuai apa yang kita harapkan kelak mereka akan menjadi apa dan seperti apa. Hal ini dirasakan Bapak beranak 3 yang mau tambah satu lagi ini, semua putranya memiliki perangai yang tidak jauh dengan namanya, beliau sharing menceritakan putra pertamanya bernama Balthazar Farsad berarti Penasehat yang bijaksana, hobinya suka ngomong, protes dan menasehati orang tua. yang kedua Farivar Fardad yang artinya Kebaikan yang dinaungi cahaya Ilahi, perangainya baik, jika dipukul jarang membalas dan suka mengalah. Dan yang terakhir Ghazanfar Farhad, yang artinya Singa yang tampan, benar-benar perangainya seperti pemimpin / raja hutan, yang tidak mau kalah, berani dengan kakak-kakaknya, dan suka “nggereng=meraung” dan mencakar. tutur ustad Achung mendiskripsikan sifat-sifat yang tampak di masa pertumbuhan putra-putranya.

Selanjutnya ditunjukkan bukti, cuplikan koleksi video pribadi ustad Achung, yang mengabadikan detail tentang perilaku masa-masa pertumbuhan putra-putranya mulai dari bayi hingga balita, dalam mendidik beliau cenderung membebaskan kehendak putra-putranya dalam berekspresi, eksplorasi motorik, rasa ingin tahunya serta minat bakatnya. Seperti mengacak-acak ruang tamu dengan mainan mereka, berani memegang kucing, membanting barang dan melompat-lombat dari atas meja, menjadikan kursi sebagai kendaraan dan masih banyak lagi.

Hal ini dibutuhkan keberanian dan kesabaran orang tua. Karena bukan tidak beresiko, ustad Achung juga menampilkan tayangan putra pertamanya yang dadanya melepuh terguyur air panas karena menarik taplak meja, saat usia 1 tahun, sedangkan anak II, kakinya sobek dijahit karena pecahan beling saat mengambil sendiri air es dalam botol dikulkas dan terjatuh. Dan putra yang III, Alis matanya sobek jahitan 4 karena kena pinggiran meja saat melompat dari kursi.

Hal yang ditekankan oleh Ustad Achung disini adalah, keyakinan dalam keputusan berani mengambil resiko seperti tersebut diatas sudah diperhitungkan, diantisipasi dan diminimalisir dengan pengawasan dan pembekalan terhadap pengasuh anak kita, pendampingan saat bermain, dan nasehat-nasehat yang baik, terus tanpa henti kita perdengarkan pada anak-anak, walaupun mereka masih kecil. Memang menuai hasilnya lama, kelak mereka remaja atau dewasa nanti, yang harapannya menjadi individu yang berprinsip, mandiri, tegas, berani mengambil keputusan dan resiko, dimana hal ini semua adalah prinsip-prinsip pribadi orang yang sukses dalam kehidupan ini, tegasnya.

Lebih lanjut dijelasan tentang pilihan cara mendidik anak kita, mau dididik secara aman tapi penuh larangan dan tekanan atau mendidik dengan memberikan kebebasan anak dalam berkehendak, tapi harus penuh perhitungan, tidak asal-asalan tanpa perencanaan. Sebab hal ini adalah pilihan dalam mendidik anak saat usia dini (sebagai pondasi awal) pemasangan kepribadian sesuai nama yang anak-anak kita sandang.

Lebih dalam ustad Achung menjelaskan tentang fungsi rangsang otak anak melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermuatan hikmah dan rangsang trampil emosi, inteligensi dan psikomotor anak. Sedini mungkin berikan sebanyak-banyaknya kesempatan bermain olah tubuh, tangan dan kaki, dengan berkunjung di tempat-tempat bermain untuk anak, serta stimulasi permainan komputer yang bermanfaat untuk anak. Dan yang tak kalah penting adalah pujian, hadiah, sentuhan sayang dan perhatian serta respon atas curhat atau perilaku positif atau negatif dari mereka.

Dan diakhiri dengan penegasan peran ayah, yang diharapkan tidak lalai dan terlalu sibuk dengan pekerjaan, karena dari beliau anak mendapatkan keberanian, kemandirian, tanggung jawab dan asertifitas. Sedangkan resiko rumah tangga broken home, dapat dipastikan berdampak negatif terhadap kepribadian dan perilaku anak.

Selesai pemaparan materi dan pemutaran film, orang tua murid dibagi 2 kelompok, untuk orang tua TK A bersama ustad Isa guna mendengar persiapan daftar ulang dan apa saja yang harus dipersiapkan dilakukan di tahun ajaran mendatang. Sedangkan TK B bersama Ustad Achung dan Ustadah Fatma, untuk membawas usulan akan diadakannya acara Wisuda Purna Siswa TK B, walaupun dalam konsep sederhana dan minimalis, yang penting ada. Hal ini sudah disepakati oleh beberapa orangtua dari siswa TK B, ungkap Bunda Yusuf, selaku koordinator acara tersebut.

Ustad Achung dan Ustadah Fatma memfasilitasi usulan itu, walaupun agak berat untuk diterapkan karena mepetnya waktu. Dibagilah tugas dan penjelasan pembiayaan oleh pengurus Komite TK B bersama Komite TK A yang baru selesai beraudiensi dengan Ustad Isa.

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s