Tepat tanggal 21 April 2012, PG-TK Islam Al Kalam memperingati Hari Kartini dengan menggelar Talk Show dan Pawai Keliling disekitar sekolah dengan kostum ala Kartini dan Pahlwan Nasional, yang diikuti oleh seluruh siswa PG dan TK. Sekitar 100 siswa dengan didampingi oleh orang tua yang turut berkeliling juga, tak ketinggalan para Ustadah tampil tidak kalah dengan muridnya, mengenakan kostum ala Ibu Kartini dengan corak Batik. Konsep Peringatan Hari Nasional kali ini sedikit beda, yakni mengundang Ibu Kartini modern, sebagai wanita perkasa, penompang kehidupan rumah tangga, dan berprofesi sebagai Tukang Becak, yang merupakan pekerjaan tidak lazim bagi seorang wanita.

Tujuan menghadirkan Ibu Perkasa kali ini adalah untuk berbagi pengalaman bersama orang tua murid dalam kemasan acara talk show, dan berharap acara ini mampu menginspirasi dan memberikan semangat hidup baru bagi ibu-ibu (orang tua murid) yang hadir saat ini, Ungkap Ustad Achung, Konselor Pendidikan dan Pengembangan Anak di PG-TK Al Kalam.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan dipandu MC, Ustadah Icha menyapa dan menyambut anak-anak dan orang tua yang bersemangat mengikuti kegiatan ini. Dalam sambutannya, Ustad Isa Anshori selaku Kepala Sekolah, berpesan agar orang tua berperan aktif memfasilitasi dan membantu anak agar mampu tampil berani, percaya diri dan mandiri. Sedangkan Ustad Achung berpesan agar orang tua terus aktif mendukung program-program sekolah dan memfasilitasi semua kebutuhan pendidikan anak-anak agar kelak mereka mampu menjadi anak yang membanggakan orang tua. Dan dipenutup sambutan, Ustad Achung meminta maaf dan berterima kasih atas semua dukungan moril, materiil dan kesempatan (waktu)  untuk mendampingi putra-putri mereka.

Selang beberapa saat, Ustad Achung sebelum memandu jalannya Talk Show, memutar videoklip keseharian ibu Khoiruli Yatima sebagai Wanita Perkasa. Dari tayangan ini saja, tampak raut muka simpati dari para orang tua yang hadir. Dan semakin bersimpati dan berempati, manakala Ustad Achung mampu menguatkan Bu Yatima yang tinggal di kawasan Kuburan Mbah Ratu Demak, sehingga mampu bercerita dan berbagi pengalaman yang pahit sekalipun.

Lebih jauh bu Yatima menjelaskan mulai dari sukanya menjadi tukang becak, langganannya banyak, otomatis rejekinya lancar sehingga mampu membiayai 2 putra-putrinya hingga SMA dan yang satunya baru lulus SMA dan akan berkuliah. Dan dukanya, pernah terlilit hutang, karena membiayai suami sakit keras (komplikasi), memenuhi kebutuhan rumah tangga serta pendidikan anak-anaknya, tapi Alhamdulillah secara berangsur kehidupannya makin membaik dan tidak punya hutang lagi. Kuncinya kerja keras, jujur dan tidak malu dengan profesi apapun asalkan halal, tegas beliau.

Yang luar biasa dari sosok ibu dua anak ini adalah, pekerjaan yang dilakukan dari pagi hingga malam hari tidak pernah membuatnya capek, dan hebatnya lagi, beliau sudah mengatur jam-jam memenuhi kebutuhan seperti perhatian ke anak-anak serta jam sholat tetap dia perhatikan dan utamakan. Yang unik lagi sepeninggal suaminya (meninggal beberapa bulan yll), dia tidak pernah tidur dirumah, tapi tetap tidur dengan suaminya dipinggir makam (kebetulan makam dekat pagar batas luar jalan raya) dia rancang dipan dan kasur dekat pagar yang bersanding dengan makam. Kesetiaan yang luar biasa (red.)

Acara Talk Show diakhiri dengan diskusi interaktif Ibu Perkasa dan Orang tua murid. Dan diskusi ini berjalan penuh semangat dan saling menguatkan antara ibu-ibu yang terlibat sharing bersama. Dan dipenutup talk show, ibu perkasa berpesan singkat kepada orang tua yang hadir, bahwa dalam mendidik anak harus sabar dan telaten, beri perhatian pada kebutuhan belajar mereka, dan kerja keraslah dalam membiayai kehidupan rumah tangga dan pendidikan anak anda. Semua percakapan ini memang diucapkan campur-campur antara bahasa Indonesia dan bahasa jawa suroboyoan. Dan sesaat yang rencananya sekolah akan memberikan bingkisan hadiah dan uang, dari hasil infak siswa selama 2 minggu yang digalang khusus untuk Ibu Perkasa ini, ternyata secara spontan ibu-ibu melalui anaknya menitipkan sejumlah uang yang diamplop dan diberikan kepada ibu perkasa, dan situasi ini tampak mengharukan disamping peluk cium sayang ibu perkasa kepada anak-anak yang masih polos ini. Tak lupa foto bersama beberapakali dilakukan beberapa orang tua beserta anaknya dengan ibu perkasa.

Acara dilanjutkan dengan pawai keliling yang dipandu langsung oleh ustadah Fatma dan beberapa ustadah. Tampak lucu dan menggemaskan siswa-siswa ini dengan kostum yang beragam, orang tua turut keliling. Sekalian juga Ibu Yatima, wanita perkasa ini turut berkeliling dengan membonceng beberapa anak. (@)

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s