Parenting Education yang diadakan pada hari selasa (18/10/11) sekaligus sebagai ajang silahturahim / halal bi halal antara orang tua murid kelas PG, TK A dan TK B dengan pengurus sekolah, diadakan di pelataran sekolah, dan Alhamdulillah dihadiri oleh hampir seluruh orang tua dengan menampilkan ustad Achung, Konselor Sekolah PG/TK Al Kalam, sebagai narasumber.

Pada kegiatan hari ini, ustad Isa Anshori, selaku pengurus sekolah, berharap besar bahwa wadah pembinaan untuk orang tua perlu terus ditingkatkan, karena konsep tentang sekolah dan metode pembelajarannya harus terus selalu tersosialisasi kepada orang tua.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB langsung diawali dengan paparan seperempat jam, oleh ustad Achung yang membahas tentang Konsep Anak Nakal, yang nota bene setiap anak ‘Nakal’, tinggal orang tua harus cerdas mencermati mana nakal yang produktif membantu perkembangan motorik, kecerdasan dan social interaction, dan mana yang nakal sejati, seperti evolusi bohong pada anak, bangga dengan hasil contekan anak suka mencuri, merokok dan mengintip, papar achung.

Ditambahkan Ustad yang sekaligus konselor pendidikan anak berkebutuhan khusus ini, bahwa anak, memang dalam keseharian, tampak menjengkelkan, dan selalu bikin ribut melulu, seolah tidak tahu orang tua butuh istirahat atau kecapekan pulang kerja (mereka memang belum mengerti pikiran orang tua). Sehingga orang tua sering gelap mata dan putus asa menyikapi hal-hal yang seharusnya bisa positif jika diarahkan malah menjadi anak yang traumatis, takut, minder dan tidak percaya diri, karena jalan pintas aja, disabuk, dicubit atau dibentak habis-habisan.

Ada 3 pertanyaan yang diajukan oleh Ustad yang bernama lengkap Nasrul Huda, tentang anak yang dianggap nakal, Pertama, apakah ini adalah sebuah tahapan perkembangan yang harus mereka lewati untuk mengembangkan potensinya?, atau Kedua, Tingkah pola Nakal hasil dari pembiasaan yang salah (karena tidak mengerti) dari orang tua, atau Ketiga, apakah bukan dari reaksi mereka terhadap cara orang tua memperlakukan mereka?.

Orang tua yang hadir saat itu dipahamkan bahwa kenakalan anak dikelompokkan dalam beberapa kelompok, ada kenakalan eksploratif seperti, Corat-coret tembok, menyobek buku dan kertas, menyiksa binatang, naik turun kursi dan merusak mainan. Ada yang kenakalan semu, seperti rewel minta gendong, tidak mau berbagi, suka menggigit dan memukul serta mau menang sendiri (egois). Ada pula kenakalan yang sifatnya habitual seperti, suka membantah, kecanduan televisi dan game, suka merengek dan suka jajan.

Reaksipun bermunculan dari beberapa orang tua, diantaranya bunda Faras yang menanyakan anaknya gaya sok pintar jadi guru, disalahkan tidak mau, dan gaya ngajarin. Tapi jika disuruh belajar, sulit sekali maunya. Belum lagi ada orang tua yang bertanya anaknya selalu tidak puas beli mainan, dan mau minta terus, tapi ironisnya tetep diturutin terus pula. Dan adapula yang menanyakan kok anak saya mengerjakan tugas itu lemot, seperti tidak ada minat dan dorongan belajar dan inisiatif diri.

Hal itu dijawab dengan gaya bahasa sederhana, bahwa setiap anak akan menganggap bahwa belajar itu sulit dan main itu menyenangkan. Jadi kalau mereka diminta untuk belajar, orang tua harus siap all out, mendampingi, menstimulasi, mengiming-iming, bersandiwara dan lain-lainnya. Anak kita kadang miskin motivasi dan pujian, minimal kata : “Uhh Hebat kamu” (angkat dua jempol tangan ), “ Ok kamu bisa, ayo ntar mama bantu”, Hallo… kok ngelamun?, mana yang tidak ngerti? Dan seterusnya. Bukan malah, “gitu aja gak bisa”, “He.. kamu kok ha ho aja, kayak anak bodoh”, “Nilai kok gak bisa 100”  dan seterusnya.

Setelah sekitar setengah jam berlalu, ustad Isa melanjutkan dengan info sekolah, seputar kegiatan Outdoor besok Sabtu di Kebun Binatang Surabaya, serta Program sekolah berkaitan dengan target-target yang harus dicapai dalam hal hafalan, pengetahuan dan praktek ibadah, bilingual program dan lain-lain. Berkaitan dengan penanganan anak-anak yang berkesulitan belajar, mulai bulan depan sudah diprogramkan dalam bentuk terapi, diantaranya terapi wicara dan terapi motorik. (@)

Gallery Photo :

One response »

  1. fitriana bunda farras says:

    Semoga TK Al Kalam makin oke dan rahmatan lil alamiiin. amiiin

    salam triring doa,

    bunda farras

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s