Setelah agenda penyerahan Rapot TK B beberapa hari yang lalu, kini saatnya pemberian Rapot TK A diadakan pada hari Kamis (30/6/2011), bertempat di kelas masing-masing. Tapi sebelum orang tua menerima Rapot, sekolah yang dikomandani oleh Ustad Isa, kembali menghadirkan Ustad Achung, selaku konselor sekolah, guna memberikan sedikit materi atau bekal untuk orang tua yang hadir saat itu.

Suasana begitu semarak, karena yang hadir mayoritas ibu-ibu dengan membawa putra-putrinya. Para Ustadah berdiri berjajar dipintu masuk mempersilakan tamu masuk. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB langsung dibuka oleh Ustad Isa sekaligus memberikan pandangan umum kepada Audien tentang perubahan dan pembenahan sistem belajar, serta memperkenalkan email, dan website sekolah : tkalkalamsurabaya@yahoo.com dan www.tkalkalam.wordpress.com, dengan harapan, sekolah sudah mulai memberikan pelayanan interaktif kepada seluruh orang tua,apabila ingin melihat kegiatan putra-putrinya di sekolah. Orang tua pun bisa mengunduh foto-foto yang diinginkan secara gratis, tegasnya. Dan ditambah lagi, guru-guru pun dibina secara intensif, selalu di charging, agar mental diri dan gaya mengajarnya lebih interaktif dan inspiratif kepada siswa, imbuhnya.

Selanjutnya waktu diberikan sejenak kepada Ustadah Fatma, selaku kepala sekolah, untuk memberikan info-info penting seputar rencana kegiatan disemester baru atau dikelas baru (TK B) nantinya. Hal-hal yang berkenaan dengan keuangan, jadwal seragam serta alat belajar siswa dijelaskan rinci oleh beliau.

Dan langsung setelah itu, Ustad Achung memberikan materi seputar bagaimana menjadi orang tua yang kreatif, dan tahan banting. Diawali dengan konsep pagi tentang anak, yaitu pantangan bagi orang tua setelah bangun tidur terus mengeluh dan membayangkan yang aneh-aneh (jelek) tentang anaknya, yang bandelah, suka rusak barang, suara keras, nangisan, suka bertengkar, membantah, mainan sesuatu yang berbahaya dan lain-lain. Kudunya harus disikapi dengan antisipasi dan rencana positif apa yang harus dilakukan, karena itu sehari-hari selalu dihadapi.

Yang terpenting adalah mental Orang tua khususnya ibu, harus kuat dan sabar. Tidak boleh mudah stress atau frustasi, karena secara batiniah anak akan ikut stress atau frustasi pula.  Karena anak adalah amanah titipan ALLAH SWT yang harus dijaga dan diarahkan dengan sikap terbaik kita, maka apabila sudah ada tanda-tanda mau stress, depresi atau frustasi, dianjurkan oleh Ustad yang bertubuh tambun ini, agar orang tua segera mencari ahli relaksasi, guru spiritual atau konselor, untuk melakukan konseling menyalurkan energi negatif yang ada dalam benak kita saat itu.

Jaman sudah berubah, teknologi informasi berupa suara, gambar dan video di computer, tv kabel atau siaran tv swasta, mampu mengubah perangai putra-putri kita. Ketika tidak ada kita, mereka diajari oleh game online, tv dan media lainnya bagaimana cara agar mereka menjadi nyaman, dan memberikan pilihan sikap. Ketika menghadapi orang tua yang menuntut kenyamanannya, anakpun tidak mau kalah.

Saat ini jadilah teman untuk mereka, bukan lagi menjadi orang tua yang paling menang, paling mengerti dan paling dihargai. Merekapun juga ingin dimengerti, ingin dihargai dan ingin selalu menang, karena taraf perkembangan mereka masih tahap egosentris. Pesan khusus dari ustad Achung ketika menghadapi anak-anak adalah, Masukan Dunia Mereka ke Dunia Kita, Hantarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka.

Latih pula anak untuk bertanggung jawab dengan cara tanamkan sejak dini pemahaman bahwa setiap laku pasti ada balasannya. Hukum anak jika mereka salah sekecil atau bahkan kesalahan prinsipil, seperti tidak jujur, mencuri, asusila dan lain-lain dengan menunda atau menarik kenyamanannya, seperti tidak diberi uang saku, dilarang nonton tv, main game atau apapun, tapi syaratnya harus tegas, konsisten, dan kompak dengan pasangan, agar tetap berwibawa.

Diakhir materinya ustad Achung berpesan agar jangan suka ngerasani jelek, di dekat anak. Itu pantangan karena mereka langsung mendengar dan meng Amin-i. dan hindari mengkritik anak terus-terusan tanpa pernah berupaya memergoki kebaikan mereka dan memberikan pujian yang bermakna. Sudahkan anda member Puji, Peluk, Cium dan Elus kepada anak anda???.

Setelah parenting education ditutup oleh ustad Achung, acara dilanjutkan dengan penyerahan rapot oleh guru kepada orang tua serta diserahkan pula perangkat belajar siswa selama mereka di TK A. secara bergantian mereka mendapatkan pelayanan dan informasi tentang anaknya. dan ustad Achung menyiapkan ruang khusus bagi mereka yang memerlukan konseling pribadi(@)

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s