Pembelajaran untuk optimalisasi kecerdasan kognitif di kelas , idealnya diimbangi  dengan Pembelajaran Afektif dan Psikomotor dengan suasana beda dan dalam kondisi yang menyenangkan. Maka pada hari Kamis (9/2/12) siswa siswi PG/TK Islam Al Kalam, melakukan pembelajaran diluar kelas dalam bentuk Outdoor Program di Rumah Pintar dan Pangkalan TNI AU Juanda Surabaya. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 70 murid dan 10 guru pendamping, serta beberapa orang tua murid, bertujuan untuk melatih Keberanian dan Kemandirian siswa agar mau mencoba hal-hal baru dan mampu melampaui tugas-tugas yang menguras energi motorik halus dan kasar.

Rombongan yang berangkat sejak pukul 07.00 WIB dari sekolah menuju lokasi Rumah Pintar (RP) di Juanda, dengan mencarter 8 armada angkot, sekitar pukul 08.30 Rombongan sudah tiba di areal bermain RP, dan disambut Ustadah Icha dan Ustad Achung yang berangkat sendiri dengan sepeda motor. Anak-anakpun langsung turun dan orang tua diarahkan untuk melihat dari jauh.

Acara dimulai dengan foto bersama dengan background pesawat tempur, oleh para juru foto yang diundang dan yang tidak diundang. Kemudian tim pemandu dari RP langsung memberikan semangat dan mengajak anak-anak bermain permainan ketangkasan seperti berjalan melalui jaring, yang dilanjutkan dengan pijak bambu goyang inul, dan bambu titian serta jaring laba-laba. Dan Alhamdulillah semua anak mau dan bisa melewati tantangan tersebut. Tapi ada beberapa anak yang tidak ikut seperti Brian, siswa PG yang masih belum mood, nempel terus sama mamanya, sehingga belum berkenaan mengikuti kegiatan tantangan seperti temannya yang lain.

Sesi berikutnya anak-anak dipandu oleh petugas RP, memasuki rumah pintar dan langsung duduk dilantai dengan suasana dingin (ber AC) dan agak gelap, anak-anak diputarkan film berjudul ayo gemar menabung, merekapun tampak asyik sekali film tersebut. Setelah itu, anak-anak digiring lagi keruang gambar dan mewarnai, dengan disiapkan kertas gambar dan crayon, anak-anak dengan ekspresif mewarnai sesuka hatinya. Dan acara berlanjut memasuki ruang Kerajinan karya anak bangsa, disini mereka melihat karya seperti batik, tenunan kain, sarung, lukisan dan masih banyak lagi. Dan terakhir memasuki ruang baca (perpustakaan), merekapun menikmati aneka buku yang menarik dan banyak jumlahnya, tak mau kalah dengan anaknya, beberapa orang tua yang ikut, turut pula membaca untuk sekedar memancing minat anak agar mengikuti mereka.

Ketika matahari mulai tinggi, rombongan segera keluar dari RP, untuk melanjutkan kegiatan menyaksikan pesawat terbang di hanggar atau pangkalan udara TNI AU Juanda. Sayangnya ada salah satu siswa terperosok di tanah berlumpur, sehingga ibunya agak ekstra lama membersihkan dan mengatasi masalah tersebut, membuat rombongan yang lain menunggu cukup lama di terik siang bolong. Dan ternyata setelah mau berangkat ke hanggar, kita diinstruksikan untuk menunggu sejenak karena dilokasi masih antri oleh siswa TK dari rombongan yang lain. Karena memang perizinan kunjungan belajar di Hanggar Juanda hanya diberikan dihari kamis saja, makanya banyak siswa TK hari itu mbludak belajar disana.

Dimasa menunggu, dengan suasana panas siang hari, dimanfaatkan panitia untuk membuka bekal makan siang dan makan bersama dengan menu mie telur dan ayam kecap. Setelah makan ada salah satu anak yang langsung kebelet beol, dan dengan ibunya gopoh mencari toilet, dan syukurlah tidak jauh berjalan mereka menemukan toilet. Tapi apadaya nasi sudah menjadi bubur dicelana. Selang sekitar 45 menit, rombongan dari TK lainnya keluar dan Rombongan TK Al Kalam bersiap masuk menuju hanggar.

Setiba di lokasi yang dinamai Fasharkan Pesud, rombongan disambut oleh beberapa pilot pesawat dan humas TNI AU Juanda, Kopda Norman Effendi dan Kolonel B.E. Palgunadi sebagai komandan Fasharkan Pesud. Dan sekaligus beliau menjadi pemandu anak-anak pada hari itu. Dijelaskan oleh Kopda Norman, bahwa Fasharkan Pesud adalah nama tempat untuk perbaikan pesawat.

Siswa pun dibagi menjadi 2 kelompok dan dijelaskan beberapa jenis pesawat yang ada di shelter 400 ini.  Disini ada jenis pesawat BOING 737 milik Lion Air yang sedang di perbaiki. Ada helicopter KOLIBRI, untuk SAR dan kendaraan angkut orang penting (VIP), ada pesawat TAMPICO TB 10, pesawat latih untuk training pilot. Ada juga pesawat NOMAD buatan Australia untuk patroli maritime di perbatasan laut Indonesia. Dan terakhir ada CASSA CN 212 buatan Indonesia untuk dukungan pasukan dan logistic atau bantuan bencana dan menuju pulau terpencil.

Ditambahkan oleh KOPDA NORMAN, yang hari itu bersemangat menjelaskan bahwa untuk shelter 400 biasanya untuk parkir jenis helicopter, di Shelter 600 untuk parkir jenis CASSA, sedangkan Shelter 800 untuk parkir pesawat NOMAD, tuturnya. Setelah itu anak-anak diberi kebebasan berfoto di pesawat manapun. Sambil sesekali ada pesawat yang tiba dan pergi (terbang) dari Airport Juanda, menjadi tontonan alternatif anak-anak saat itu.

Menurut ustad Achung, selaku konselor dan pemerhati anak, kegiatan kali ini luar biasa. Kegiatan semacam ini harus terus rutin diadakan. Tampak hari itu, anak-anak mengeksplor kehendaknya dengan tertawa, berteriak, bersemangat, benar-benar tampak asli mereka, beberapa memang memiliki kecerdasan kinestetik dan naturalnya. Banyak hal-hal baru yang mereka lihat dan rasakan, hal ini menjadi modal berharga yang tersimpan dimemori otaknya, dan kelak akan dibutuhkan dan bermanfaat untuk mereka tapi entah kapan seiring mereka beranjak dewasa, tegasnya. Dan Sekitar pukul 12.30 WIB acara berakhir dan panitia berpamitan. Kembali ke bemo dan meluncur pulang. (@)

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s