Sosialisasi program kegiatan tahun ajaran baru 2011-2012 dan perkenalan dengan personalia khusus, Bapak Nasrul Huda, S.Psi, selaku Konsultan Pendidikan dan Pengembangan Anak, sekaligus Koordinator Menejemen Sumber Daya Manusia di Sekolah PG-TK Islam Al Kalam, Gadel Sari Madya Surabaya, diadakan pada hari kamis, 26 Mei 2011, bertempat di pelataran Sekolah PG-TK Islam Al Kalam, dan dihadiri oleh sebagian wali murid TK A (kecil) yang naik TK B (Besar) berjumlah sekitar 18 orang, dari 32 orang tua siswa yang diundang.

Pagi itu hari tampak cerah, murid-murid sudah masuk dan beberapa ustadah asyik membimbing anak-anak melakukan kegiatan hafalan pagi, mulai bacaan sholat dan surat dalam Al Qur’an. Dan setelahnya kegiatan siswa tetap seperti biasa belajar dengan dibimbing oleh wali kelasnya, seperti Ustadah Ana, Ustadah Uci dan Ustadah Indah didalam kelas masing-masing.

Sekitar Pukul 08.15 WIB, Ustad Mochamad Isa Ansori, S.Psi., selaku kepala sekolah saat ini, mempersilahkan orang tua masuk, dan langsung memulai acara sosialisasi rencana program kegiatan sekolah, dengan mengucap salam dan sambutan hangat kepada para hadirin. Dalam sambutannya, Ustad Isa, Panggilan akrabnya, menyampaikan harapannya bahwa Sekolah PG-TK Islam Al Kalam, kedepan akan lebih siap bersaing dan berbenah diri dalam pelayanan pendidikan serta pengadaan sarana  dan prasarana belajar untuk siswa. Kemudian dilanjutkan perkenalannya terhadap Ustad Achung, nama alias Bapak Nasrul Huda, S.Psi. Selaku Konselor Pendidikan dan Pengembangan Anak serta Manager SDM di Sekolah PG-TK Islam Al Kalam.

Ditahun ajaran mendatang, Ustad Isa menegaskan bahwa beliau akan memposisikan diri sebagai Direktur PG-TK Islam Al Kalam, yang berperan sebagai Think Tank (sumber ide) tim penelitian dan pengembangan (LitBang) sekolah bersama Ustad Achung. Dan akan mewujudkan PG-TK Islam Al kalam menjadi sekolah yang unggul, religius dan berprestasi. Teknisnya adalah Ustad Isa akan mengurangi waktunya dalam mengurusi menejemen internal Sekolah. Urusan sekolah, sepenuhnya insyaAllah akan didelegasikan langsung kepada Ustadah Nur Fatmawati, S.Ag, selaku Kepala Sekolah mulai tahun ajaran 2011-2012. Sedangkan dalam kepemimpinan Ustadah  Fatma, panggilan akrabnya, nantinya tetap akan dibantu oleh Ustad Isa dan Ustad Achung, tandasnya.

Ustad Achung dijadwalkan akan efektif bergabung di tahun ajaran baru pula, tetapi hanya tiap hari selasa dan kamis, mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB, berperan sebagai Konsultan dan Konselor Sekolah, sekaligus membantu Kepala Sekolah dalam melayani dan menghadapi teknis menejemen siswa, guru dan orang tua. Ditambah lagi, beliau juga menawarkan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua, serta terapi pada Anak berkebutuhan Khusus (ABK). tutur Isa.

Para orang tua yang hadir tampak semangat dan khidmat mengikuti penjelasan Ustad Isa. Dan dalam kesempatan itu, Ustad Achung dipersilakan untuk memberikan materi sedikit tentang “peran orang tua dalam membimbing anak tumbuh kembang”. Diingatkan oleh Ustad, yang banyak menangani anak khusus di Sekolah Kreatif SD. Muhammadiyah 20 ini, bahwa Anak pada dasarnya cenderung suka bermain, sehingga jika ada orang tua yang sering memperingatkan : “ Fulan …  jangan bermain-main terus, ayo belajar.” Itu tidak salah, tapi yang lebih penting disadari orang tua bahwa belajar itu sulit, seperti duduk melakukan aktifitas membaca, menulis, mewarnai dan memahami komposisi gambar. Apalagi orang tua tidak mau mendampingi anak dalam belajar, jadinya tambah sulit bagi anak. Ortu ditantang untuk mengemas belajar secara menyenangkan.

Dan yang kedua, ortu disadarkan bahwa tiap anak memiliki kecerdasan berbeda-beda, maka tidak boleh membanding-bandingkan antar satu dengan yang lain. Contohnya ada anak yang cerdas secara akademis, adapula yang cerdas di minat, bakat atau hobi (kesukaannya). Jadi di usia balita sampai 9 tahun, orang tua dan guru diharapkan lebih terampil memberikan kebebasan anak dalam berkehendak, artinya biarkan anak menghabiskan masa “nakalnya” seperti berlarian, guling-guling, manjat, bandel, tidak patuh dengan guru, berkelahi, teriak, marah, ngambek dan lain sebagainya, hal itu malah memberikan pelajaran awal bagi mereka, bagaimana merasakan hasil perbuatan mereka, sangat tidak enak efeknya, seperti kotor, terluka, mendapat peringatan, protes dari orang lain (temannya) yang tidak nyaman, tidak mendapat perhatian, dll. Dan tetap dalam koridor anak terus dinasehati dan diingatkan. Karena anak saat itu memori otaknya masih tumbuh dalam tataran menyerap dan meresap informasi, dan disimpan di alam bawah sadarnya, belum sampai pada tataran eksplorasi informasi secara menyeluruh.

Dan terakhir, Ustad Achung berpesan agar orang tua turut membantu, khususnya mereka yang memiliki anak berperilaku seperti “menyimpang”, artinya, Bandel, tidak mau dinasehati, Temperamen, suka marah dengan membentak, uring-uringan, tidak bisa diam, berkata jorok, dll. Bisa jadi hal itu semua bukan karena kemauan anak akan tetapi, kontribusi dari lingkungan yang tidak kondusif, keteladanan orang tua dan orang-orang yang serumah dengan anak, dan terlebih lagi, figur ibu yang tidak boleh mudah tersulut stress, depresi, konflik atau frustasi berlebihan, harus cepat bisa diatasi. Karena berpengaruh (nyetrom) besar pada sikap, tindak tanduk dan kebiasaan perilaku anak yang tidak mendukung tersebut.

Pesan terakhir ditutup dengan, ajakan kepada orang tua, agar mau dan total mendukung setiap program sekolah, artinya orang tua yang bergabung dalam komite sekolah, harus membantu, memfasilitasi dan bukan malah ngrecoki, protes habis-habisan, sinis dengan guru dan sekolah, atau bahkan menuntut hak pelayanan secara prima tapi kewajiban yang harus dipenuhi seperti membayar SPP atau Uang Pendidikan dan Pembelajaran, ditunggak, diprotes mahal, dituntut transparan atau lainnya. Semuanya wajar dilakukan, yang penting ada komunikasi dan musyawarah secara kekeluargaan. Bisa jadi “Mahalnya biaya” sebenarnya kembali kepada anak-anak.

Setelah materi pendidikan selesai, acara dilanjutkan dengan pemaparan informasi seputar biaya, agenda program dan lain-lain yang disampaikan oleh Ustadah Nur Fatmawati, S.Ag. disertai dengan Tanya jawab seputar teknis penyelenggaraan sekolah seperti perihal biaya, aturan, program belajar dan guru. Acara ditutup kurang lebih pukul 10.00 yang kebetulan orang tua langsung menjemput anak muridnya yang sudah selesai sekolah. (@)

Gallery Photo :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s